• Ming. Jul 14th, 2024
SHARE

Bharata Yudha, Medan– Bripka PK, Oknum petugas kepolisian yang bertugas di Polsek Delitua terancam pidana penjara 9 tahun lantaran melakukan pemerasan terhadap seorang wanita pengemudi sepeda motor di Jalan Dr Mansur bernama Nur Widiana. Hal ini dikatakan Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji saat menggelar konferensi pers di lapangan apel Polrestabes Medan, Sabtu 13 November 2021.

Irsan Sinuhaji juga mengatakan kasus ini sudah diserahkan ke Satreskrim Polrestabes Medan setelah sebelumnya dilakukan gelar perkara antara Propam dan Satreskrim Polrestabes Medan.

“Ia kita persangkaan dengan pasal 368 Jo 53 KUHPidana dengan ancaman 9 tahun penjara. Pasca kejadian, Polrestabes Medan telah mengambil langkah-langkah pemeriksaan terhadap korban dan pelaku, hasilnya kita dapatkan adanya unsur pidana pemerasan,”jelas AKBP Irsan Sinuhaji.

Irsan mengatakan juga bahwa Bripka PK selain dikenain pidana juga akan di proses displin dan kode etik.

Sebelumnya, Jum’at malam, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak yang mendapatkan informasi adanya anggota Polisi yang melakukan pemerasan terhadap warga, usai melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah di kabupaten Nias, bersama sejumlah pejabat utama langsung menuju ke Polrestabes Medan untuk melihat proses hukum terhadap Bripka PK.

“Masih banyak Polisi yang baik-baik dan mau bekerja keras untuk negara dan bangsa serta institusi. Perbuatan Oknum tersebut sudah menciderai nama baik institusi. Tidak hanya etik dan disiplin, jika cukup unsur, ia ( Bripka PK ) juga akan di proses secara pidana,”pungkas Kapoldasu.

Dengan demikian, Bripka PK juga akan terancam di PDTH dari institusi Kepolisian. ( Bharata 1 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *