• Sel. Jul 23rd, 2024

Diduga Dianiaya Sesama Tahanan Lantaran Tak Setor Uang Keamanan, Hendra Pulang Jadi Mayat

SHARE

Bharata Yudha.Com– Seorang tahanan Satreskrim Polrestabes Medan dalam kasus pencabulan bernama Hendra Syahputra meninggal dunia diduga akibat dianiaya oleh sesama tahanan lantaran tak menyetorkan uang keamanan dan kebersamaan dari Rp.100.000 hingga Rp 5.000.000.

Apabila tidak diberikan, dalam percakapan yang direkam pihak keluarga dengan kepala kamar tahanan, mengancam akan memulangkan Hendra dalam keadaan terbungkus ( kafan )

“Kondisi jenazah Abang kami penuh luka di sekujur tubuhnya, kami udah melakukan upaya hukum dengan mengotopsi jenazah. Beginilah hukum di Indonesia, kami antar Abang kami dalam keadaan sehat namun dipulangkan sudah tidak bernyawa,”sebut Hermansyah, adik kandung korban.

Menurut Hermansyah, sebelum meninggal, korban sempat meminta sejumlah uang dengan dalih uang keamanan dan kebersamaan.

“Abang kami ini pernah minta dikirimi uang dengan dalih uang keamanan dan kebersamaan yang menurutnya ( korban ) uang itu diminta oleh seorang kepala kamar tahanan. Beberapa kali sempat kami kasih dan ada bukti transfer namun yang terakhir diminta lima juta, namun tak kami berikan, melalui Vidio call yang telah direkam. Lalu orang tersebut mengancam akan memulangkan Hendra dalam keadaan terbungkus ( dikafani ). Saya minta kasus ini dituntaskan,”ucap Adik korban saat diwawancarai di rumah duka komplek Taman Setia Budi Indah, blok GG ( 24/11) malam.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Muhammad Firdaus saat diwawancarai di rumah sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara (24/11) malam mengatakan bahwa korban meninggal dunia lantaran sakit.

“Awalnya tahanan bernama Hendra Syahputra adalah seorang tahanan dalam kasus pencabulan, pada tanggal 22 November 2021 hari Senin pukul 10.00 WIB tahanan tersebut demam tinggi lalu dibawa ke URKES POLRESTABES MEDAN UNTUK DIBERI PENGOBATAN namun pada tanggal 23 November 2021, pukul 3.30 WIB, demamnya semakin tinggi disertai kejang-kejang. Lalu tahanan tersebut dibawa ke ruang ICU dalam keadaan tidak sadarkan diri dan pada pukul 22.00 WIB oleh dokter, tahanan tersebut dinyatakan meninggal dunia.

Korban pun sudah di makamkan di perkuburan muslim Asam Kumbang pada Rabu sore (24/11).

Dari pantauan awak media di rumah duka di komplek Setia Budi Indah pada Rabu Malam, tampak Kasar Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Muhammad Firdaus mendatang rumah duka untuk menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya Hendra Syahputra.

Diketahui, Hendra Syaputra di tahan atas dasar laporan dugaan cabul terhadap anak dibawah umur pada Kamis, 11 Nopember 2021, di Jalan HM Puna Sembiring Perumahan Griya Permata IV Blok F 29, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang.

( Bharata1 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *