• Sel. Jul 23rd, 2024

Diduga Gelapkan Mobil Avanza, Oknum ASN Dilaporkan korban ke Polrestabes Medan 

SHARE

Bharata Yudha.Com- Seorang pria berinisial SO, warga Jalan TB Simatupang,  didampingi 2 orang menantunya datangi Satreskrim Polrestabes Medan lantaran mobil Avanza BK 1243 SI miliknya diduga digelapkan oleh seorang wanita berstatus Aparatur Sipil Negara yang berdinas di salah satu rumah sakit di kawasan Kecamatan Pancur Batu berinisial SMS.

Menurut menantu korban berinisial ARS ( 41 ) saat ditemui di Polrestabes Medan ( 30/3/2022) siang mengatakan bahwa kejadian terjadi pada hari Senin, tanggal 14 Maret 2022. Saat itu ayah mertuanya yang merupakan pensiunan PNS di pemko Medan didatangi oleh seorang tetangganya berinisial ES yang menyampaikan bahwa ada seorang perempuan yang telah dianggapnya sebagai anak angkat berinisial  SMS  ingin merental mobil milik mertuanya selama beberapa hari.

” Jadi pak ES ini kan tetangga kami, dia datang ke rumah kami, katanya Anak angkatnya yang bekerja di salah satu rumah sakit kawasan Pancur Batu ingin menyewa mobil milik ayah mertua dengan biaya sewa Rp 300.000. lalu karena kenal dan  ES yang  menjamin,  mobil itu dibawa ES untuk diantarkan ke rumah SMS disalah satu perumahan TNI dikawasan Tuntungan.  Namun hingga beberapa hari mobil tidak juga dikembalikan bahkan nomor handphone milik si SMS sudah tak aktif lagi,” ucap ARS.

Lebih lanjut katanya lagi, pihaknya sudah membuat laporan pengaduan ke Satreskrim Polrestabes Medan dengan nomor laporan STTLP/ B/1081/III/2022/SPKT/ Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara.

Sementara itu ES saat diwawancarai di Polrestabes Medan saat menemani korban membuat laporan, membenarkan bahwa ia lah yang mengantarkan mobil Avanza milik korban pada SMS.

” Si SMS ini udah kuanggap anak angkatku karena sudah lama kenal, dimintanya aku cari mobil untuk disewa untuk keperluan berobat, aku yang jaminkan, si SMS ini kerja di salah satu rumah sakit di kecamatan Pancur Batu  namun sampai sekarang mobil tak kunjung dikembalikan, makanya aku menemani korban untuk membuat laporan pengaduan dan aku sebagai saksinya,”pungkas ES. ( Bharata 1 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *