• Sen. Jul 15th, 2024

Puluhan Calon Satpam Kena Tipu, Pelakunya Ngaku TNI 

SHARE

Bharata Yudha.Com- Sekitar lima puluh orang yang terdiri dari pria dan wanita mendatangi Satreskrim Polrestabes Medan untuk menyerahkan dan membuat laporan pengaduan lantaran menjadi korban penipuan dan penggelapan oleh seorang pria bernama Ervan yang kerap mengaku sebagai sebagai seorang anggota TNI ( gadungan )

Para korban saat diwawancarai di depan Satreskrim Polrestabes Medan mengaku dijanjikan oleh pelaku untuk dipekerjakan sebagai satuan pengamanan di salah satu apartemen di Jalan Palang Merah, Kecamatan Medan Maimun dengan dipungut biaya yang bervariasi dari Rp.2.000.000 hingga 5.000.000, hingga diperkirakan total kerugian para korbannya mencapai Rp. 150.000.000 .

Namun hingga beberapa lama, pekerjaan yang dijanjikan tak terealisasi, hal ini membuat para korban mendatangi Polrestabes Medan untuk membuat laporan pengaduan.

“Kami ada kurang lebih 50 orang, dijanjikan untuk kerja sebagai satpam di salah satu apartemen di Jalan Palang Merah Medan dan beberapa tempat lainya. Untuk itu kami dimintai uang oleh si Ervan, bervariasi dari dua juta hingga lima juta rupiah, makanya kami buat laporan, namun petugas SPKT Polrestabes Medan, hanya perwakilan dari kami ( korban ) yang buat laporan nomor laporanya ,STTP/743/III/YAN/  2,5/ 2022/SPKT Polrestabes Medan, “ucap salah satu korban bernama Raya Muddin.

Katanya lagi, kami berharap agar pelaku bisa diproses hukum agar peristiwa ini tidak terulang lagi. Si pelaku ini kerap berpakaian TNI, pakai celana Loreng, pakai sepatu PDL dan ngaku sebagai anggota TNI.

“Kami dilatih  baris berbaris sama si pelaku ( Ervan ) di taman dekat Polsek Medan Kota, dia selalu pakai celana loreng, sepatu PDL dan pakai jaket, ngakunya anggota TNI sama kami,”jelas Raya Muddin.

Sementara korban lainya, bernama Dian Bahagiarni (34) warga Medan Polonia pada awak media mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp 11.500.000 untuk ia dan kedua keluarganya agar bisa menjadi Satpam.

“Kalau aku, dan keluarga aku lainya, si Ahmad Fauzi dan Abdi Prabowo sudah ngasih uang sebesar Rp 11.500.000 untuk bisa kerja. Menjadi satpam. Uang itu bukan gampang mencarinya, kami pun harus hutang-hutang sama orang, eh malah kami ditipunya. Kami berharap Polisi segera menahan pelaku, karena si pelaku ini sudah kami serahkan ke Satreskrim Polrestabes Medan pada hari Minggu ( 6/3/2022) sekira pukul 22.00 WIB,”ucap Dian Bahagiarni.

Kanit Pidsus Satreskrim Polrestabes Medan, AKP Arya Nusa saat dikonfirmasi via telepon dan pesan WhatsApp ( 7/3) belum bisa memberikan keterangan terkait peristiwa ini.

Awak media pun mencoba mengkonfirmasi Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Muhammad Firdaus melalui pesan WhatsApp, dalam keteranganya, mantan Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang ini membenarkan bahwa pelaku sudah di amankan.

“Iya benar pelaku sudah diamankan dan saat ini sedang dalam pemeriksaan di Unit Pidana Khusus ( Pidsus ) Satreskrim Polrestabes Medan,”pungkas Kompol Muhammad Firdaus. ( Bharata 1 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *