• Sel. Jul 23rd, 2024

Kolonel Pnb Reka Budiarsa Pimpin Upacara Peringatan HUT TNI AU ke 76 di Lanud Soewondo

SHARE

Bharata Yudha.Com– Hari ini 76 tahun yang lalu, tepatnya, tanggal 9 April 2022 segenap insan Angkatan Udara memperingati momentum bersejarah yaitu hari jadinya yang ke-76.   Nilai kesejarahannya ditandai dengan berubahnya status Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Jawatan Penerbangan menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) Angkatan Udara yang berdiri sejajar dengan Angkatan Darat dan Angkatan Laut,  yang secara De Jure tertuang dalam Penetapan Pemerintah Nomor 6 sampai dengan tanggal 9 April 1946.

Bila dilihat kebelakang, perjalanan TNI Angkatan Udara sebagai sebuah angkatan perang, memang terkesan unik.    Selain proses kelahirannya yang begitu singkat, yaitu sekitar tujuh bulan sejak Indonesia merdeka, alutsista yang dimiliki juga sangat sederhana.   Waktu itu TNI Angkatan Udara hanya bermodalkan pesawat-pesawat bekas yang diperoleh dari rampasan tentara Jepang, seperti pesawat jenis Chureng, Nishikoreng, Guntei dan Hayabusha.   Jumlah penerbang dan teknisinya pun sangat terbatas.

Meskipun masih diwarnai dengan kondisi kesederhanaan dan keterbatasan, namun TNI Angkatan Udara mampu menorehkan tinta emas  dalam lembaran sejarah perjuangan bangsa Indonesia.   Mengangkasanya pesawat dengan identitas merah putih yang diterbangkan oleh Komodor Udara Agustinus Adisutjipto tanggal 27 Oktober 1945, Operasi udara pertama tanggal 29 Juli 1947 yang merupakan serangan balas terhadap Agresi Militer Belanda I tanggal 21 Juli 1947, operasi lintas udara  di Kalimantan tanggal 17 Oktober 1947 serta gugurnya Kadet Kasmiran dalam mempertahankan Lapangan Udara Maguwo saat Agresi Militer Belanda II tanggal 19 Desember 1948 merupakan sebagian darma bakti para perintis TNI Angkatan Udara kepada Ibu Pertiwi.    Suryadi Suryadarma, Agustinus Adisutjipto, Abdulrachman Saleh, Halim Perdanakusuma, Iswahjudi, H.M. Sudjono, Suharnoko Harbani, Mulyono, dan Sutardjo Sigit,  merupakan sebagian nama-nama besar yang ikut andil membesarkan TNI Angkatan Udara, hal ini merupakan lintasan sejarah terbentuknya TNI AU di Indonesia.

Memperingati hari jadinya, Lanud Soewondo Medan melaksanakan upacara, bertempat di Shelter Lanud Soewondo yang dipimpin oleh Danlanud Soewondo, Kolonel Pnb Reka Budiarsa, dan bertindak sebagai Komandan upacara, Kapten Pom Albert Darwin P yang menjabat Kasi Idik Satpom Lanud Soewondo. Sebelumnya untuk menyemarakan HUT TNI AU ke 76, Lanud Soewondo juga telah melakukan beberapa kegiatan, dari mulai bantuan sosial, ziarah ke taman makam Pahlawan dan berbagai perlombaan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Danlanud Soewondo juga menyematkan  tanda jasa Satya Lencana Swa Bhuwana Paksa, kesetian 8 tahun, 16, 24 dan 32 tahun pada perwakilan personel Lanud Soewondo, dari Presiden RI atas jasa-jasanya.

 


Para personel yang menerima tanda jasa diantaranya, Kapten Sus Yulianto ( Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya ), Sertu M Indra Syah Putra ( Satya Lencana Kesetiaan 24 tahun ), Serda Alex Bernandes ( Satya Lencana Kesetiaan 16 tahun ) dan Praka Khairul Fadli ( Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun ).

Dalam kata sambutannya, Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Fadjar Prasetyo  SE.,M.P.P yang dibacakan oleh Kolonel Pnb Reka Budiarsa mengatakan bahwa seiring dengan perjalanan bangsa, TNI Angkatan Udara telah tumbuh menjadi organisasi militer yang semakin modern dan semakin dicintai oleh rakyat.

” Mewakili TNI AU, angkatan udara, saya menyampaikan rasa hormat serta apresiasi tertinggi kepada para senior dan para pendahulu yang telah menjalankan pengabdian secara paripurna, sehingga TNI AU dapat berkembang sebagai mana kita dapat kita saksikan bersama saat ini. Saya ingin menggugah semangat dan rasa syukur atas kondisi bangsa yang berlahan memilih dari ujian pendemo Covid 19, sehingga kini, kita dapat kembali bersama-sama mengikuti upacara peringatan ke 76 Hari Jadi TNI Angkatan Udara dengan tertib dan khidmat,”ucap Kasau.

Kasau juga mengajak para prajurit TNI AU untuk sekilas melihat kembali berbagai peristiwa dalam satu tahun terakhir dimana Covid 19 mengakibatkan dirupsi sosial hingga ekonomi yang menyentuh hampir ke seluruh lapisan masyarakat.

” Kita patut bersyukur, ditengah berbagai ujian bangsa tersebut, TNI AU mampu hadir mendukung pemerintah dalam penanggulangan bencana alam, program vaksinasi Covid 19, mobilisasi udara untuk bantuan sosial, hingga evakuasi warga Indonesia dari Ukraina. Disamping itu TNI AU turut mengharumkan nama bangsa Indonesia.pada perhelatan word boxing Championship dan Singapore Air Show 2022,”pungkas  Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. ( Bharata 1 )

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *