• Jum. Jul 12th, 2024

Pemerkosa Ditangguhkan, LBH Medan Minta Kapolrestabes Medan Tangkap dan Tahan Pelaku 

SHARE

Bharata Yudha.Com- Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Medan diduga tangguhkan proses penahanan terhadap pelaku pemerkosaan terhadap S (19 ), yang diduga dilakukan oleh H (39).

H diduga kuat melakukan tindakan asusila terhadap S  sebanyak tiga kali. Hal ini pertama kali dilakukan oleh  H sekitar pukul 11.30 WIB, bulan April 2022 di kamar mandi rumah korban. kemudian untuk kedua kalinya pelaku  melakukan tindakan kekerasan seksual kepada S pada pertengahan bulan April 2022 di kamar tidur rumah korban. dan untuk peristiwa ke tiga kalinya pada tanggal 16 Mei 2022 pelaku H kembali melakukan kekerasan seksual kepada korban di rumah korban, hal ini dikatakan oleh penasehat hukum korban, Maswan Tambak SH, dari Lembaga Bantuan Hukum ( LBH Medan ).

Lebih lanjut kata Maswan, selama tiga kali melakukan perbuatannya, Pelaku H selalu disertai dengan pengancaman terhadap korban dan pada saat kejadian yang ke tiga kalinya, selain mengancam, di awalnya H sempat mengatakan berjanji  ingin menikahi  dan menghamili korban. Setelah kejadian ke tiga, korban langsung meminta bantuan dari masyarakat lalu keluarga korban mendatangi Polsek Patumbak untuk kemudian bersama-sama mencari pelaku. Akhirnya pelaku ditemukan bersembunyi di kolam ikan sekitaran rumah korban. setelah pelaku ditangkap, pelaku dibawa ke Polrestabes Medan sesuai dengan laporan polisi nomor : STTLP/1545/V/YAN.2.5/2022/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMUT Tertanggal 16 Mei 2022.

” Bahwa setelah ditangkap, pelaku kemudian di lakukan penahanan oleh Pihak Kepolisian Resor Kota Besar Medan. Lalu pada tanggal 19 Mei 2022 diketahui bahwasanya pelaku telah di tangguhkan Penahanannya. Penangguhan tersebut diketahui saat LBH Medan mengkonfirmasi ke salah satu Penyidik Pembantu atas nama  Christin pada tanggal 20 Mei 2022. saat itu Christin mengatakan pelaku ditangguhkan karena alasan “Kejari Lubuk Pakam tidak menerima tahanan tersangka kasus dengan Pasal 293 KUHP yang dikonfirmasi melalui telepon. lalu tersangka juga punya hak,” ucap Maswan menirukan ucapan Cristin.

Kata Maswan lagi, bahwa ternyata benar pelaku telah ditangguhkan karena korban dan keluarganya ada melihat pelaku di sekitaran tempat tinggal mereka. karena melihat pelaku, korban merasa takut dan trauma sehingga korban saat ini terus menangis ketakutan. tindakan menangguhkan pelaku kekerasan seksual merupakan salah satu tindakan konyol Kepolisian Resor Kota Besar Medan. Pertama, akan sangat memungkinkan pelaku akan mengulangi tindak pidana tersebut terhadap korban. kedua, pelaku sangat mungkin untuk melarikan diri. ketiga, diduga pihak penyidik Polrestabes medan yang menangani perkara a quo tidak fair dan potensial ada penyimpangan kewenangan dengan “menerima” sesuatu dari pelaku.

” Oleh karena tindakan menangguhkan tersebut tidak tepat secara hukum sekalipun penangguhan merupakan kewenangan kepolisian, LBH Medan Meminta kepada Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda Cq. Kasat Reskrim Polrestabes Medan Cq. Kanit PPA Polrestabes Medan untuk segera menangkap dan menahan pelaku. Padahal kekerasan seksual dianggap sebagai kejahatan yang serius, Negara telah men sahkan Undang-undang R.I Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. seharusnya Unit PPA sebagai unit di Kepolisian Resor Kota Besar Medan yang merupakan lembaga negara yang harusnya ikut melaksanakan Undang-undang tersebut bukan malah mengambil tindakan yang menyimpang dan tidak didasarkan pada asas kepentingan terbaik bagi korban dan keadilan. kemudian dengan ditangguhkannya pelaku juga menunjukkan Unit PPA Poplrestabes Medan tidak mau melaksanakan substansi Undang-undang tersebut dalam menjamin ketidak berulangan kekerasan seksual pada korban,” pungkas Maswan Tambak SH. ( Bharata 1 )

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *