• Jum. Jul 12th, 2024

Hadiri Pesta Ulang Tahun di Cafe Bambu Bagas Terkapar Dipukul Batu

SHARE

Bharata Yudha.Com-Nahas bagi Bagas Syahputra (19) dan M Iqbal Ananda saat menghadiri acara ulang tahun sahabatnya di cafe  bambu jalan Tanah Garapan Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan menjadi korban penganiayaan oleh tamu yang berada di cafe tersebut.

Bagas kepada wartawan mengatakan pihak kejadian ini bermula saat dirinya dan temannya diundang untuk menghadiri acara ulang tahun di cafe Bambu Jalan Tanah Garapan Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan pada Minggu pagi sekitar pukul 01.30 WIB.

“Jadi saat kami di cafe itu kami merayakan nya dengan joget joget jadi ada teman kami bersenggolan dengan tamu lain namun kejadian itu sudah selesai di situ, ternyata pihak mereka mungkin menaruh dendam,” katanya, Senin (6/6/2022)

Lanjut Bagas menjelaskan usai merayakan acara ulang tahun para korban dan keenam lainnya pergi beranjak pulang, namun tiba tiba tak jauh dari cafe tersebut para korban dicegat dan terjadi keributan mulut.

“Tiba tiba mereka menyerang kami ada sekitar belasan orang yang nyerang kami dan salah satu pelaku berinisial G mengambil batu koral dan menghantam kan ke arah bibirku, seketika itu bibirku pecah dan mengeluarkan darah segar, aku langsung terduduk dan langsung oyong kepalaku,” jelasnya.

“Aku langsung dibawa kawanku ke klinik terdekat namun dipertengahan jalan persisnya di jalan besar laut dendang kami lagi lagi dihujani batu dan benda-benda tumpul lainnya kami langsung tancap gas menyelamatkan diri namun sayangnya temanku bernama Iqbal menjadi korban juga, aku bibirku dijahit sebanyak 6 jahitan dan 5 gigiku patah langsung,” imbuhnya.

Sementara M Iqbal Ananda menerangkan saat itu dirinya sudah terkepung dengan para preman tersebut dan ia tak bisa lagi kemana mana namun ia memaksakan diri dan pergi ke satu kedai.

“Waktu itu aku berhenti dan langsung masuk kedalam kedai namun aku langsung ditarik oleh para preman kebetulan aku pake helm. Helm ku aja pecah di martil orang itu lalu saat itu kereta ku dirampas dan aku menahan kereta ku tapi tanganku langsung disayat pake pisau dan akhirnya terlepas kereta ku dibawa kabur orang itu,” terangnya.

“Lalu aku ditolong dengan teman temanku  akhirnya aku bisa lepas dari amukan mereka,” tambahnya.

Para korban berharap kepada pihak kepolisian agar kasus yang telah dilaporkan ke Polsek Percut Sei Tuan agar memproses laporan ini dan segera menangkap pelaku.

Kanit reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Bambang Nurmiono SH MH mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dan kini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan,” pungkasnya. (Bharata 1 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *