• Sel. Jul 23rd, 2024

Polsek Medan Area, Belum Laksanakan Restorative Justice, Walau 2 Pihak Sudah Berdamai, Ini Kata Kombes Pol Hadi Wahyudi 

SHARE

Bharata Yudha.Com-Polda Sumatera Utara menyebutkan penyidik memiliki beberapa pertimbangan untuk menentukan restorative justice (RJ) dalam satu kasus. Hal ini dikatakan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi dalam menanggapi adanya warga yang mengajukan restorative justice di Polsek Medan Area yang belum mendapatkan kepastian.

“Restorative Justice kan kewenangan penyidik, penyidik kan bisa melihat pihak-pihak yang terkait untuk bisa dilakukan RJ,” sebut dia, Rabu (6/7/2022) .

Menurut dia, dalam kasus yang terjadi di Polsek Medan Area ini, tidak ada hal yang menghambat kedua pihak untuk dilakukan RJ. “Tetapi juga penyidik tentu melihat apabila dilakukan RJ dengan berbagai macam pertimbangan,” sebut Hadi.

Kabid melanjutkan, ada tahapan yang dilakukan penyidik dalam melakukan restorative justice. Salah satunya mengundang pihak-pihak terkait.

“Nantikan ada tahapan lagi mengundang pihak-pihak terkait oleh penyidik,” ucapnya.

Menurut dia, dalam proses menentukan restorative justice, penydik tidak boleh didesak atau diburu. “Kalau kita mendesak kapan, itu sama aja mengintervensi penyidik. Biarkan proses itu berjalan sesuai apa yang jadi pertimbangan penyidik, tidak boleh juga kita mengintervensi begini,” sebut dia.

Ia menambahkan kalau jika sudah diajuakan restorative justice, biar penyidik yang menguji dan mempertimbangkan. “Jadi biar penyidik yang menguji dan mempertimbangkan terkait dengan permohonan RJ dari kedua pihak yang bertikai. Jadi biar proses itu berjalan. Penydiik tidak mau buru-buri, jangan sampai keputusan yang salah,” terang dia.

Seperti berita sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memiliki sejumlah program dalam tugasnya. Salah satunya restorative justice. Menurut Kapolri, penanganan kasus dengan restorative justice, merupakan langkah untuk mengikuti dinamika perkembangan dunia hukum yang mulai bergeser dari positivisme ke progresif.

Namun program ini belum dirasakan oleh warga bernama Yulhendri. Pasalnya, pihaknya yang sudah mengajukan surat perdamaian dan pencabutan perkara di Polsek Medan Area belum membuahkan hasil. ( Bharata 1 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *