• Ming. Jul 14th, 2024

Diduga Nikah Halang, Oknum Polisi di Polres Sergai Dilaporkan Istri Ke Propam Polda Sumatera Utara 

SHARE

Bharata Yudha.Com– Seorang wanita berinisial RH yang merupakan seorang ibu  Bhayangkari, yang sudah memiliki 2 orang anak dari hasil pernikahanya dengan seorang anggota Polri yang kini berdinas di Polairud, Polres Serdang Bedagai, berpangkat Brigadir berinisial  SS hanya bisa menangis tersedu-sedu saat menceritakan tentang dugaan suaminya yang menikah lagi tanpa izin darinya maupun secara dinas Kepolisian dengan seorang wanita berinisial EE yang merupakan warga Perbaungan, Sumatera Utara.

RH pun sudah membuat laporan resmi  ke Polres Serdang Bedagai dengan nomor laporan STTLP/100/V/2021/SU/ RES Sergai pada tanggal 31 Mei 2021 atas tuduhan pelanggaran pasal 279 ayat 1 KUHPidana tentang nikah halang.

Tak hanya itu, RH yang kesal juga melaporkan kelakuan suaminya tersebut ke Propam Polda Sumatera Utara dengan nomor laporan STPL/40/VI/ 2021/ Propam pada tanggal 11 Juni 2021.

Kapolres Sergei, AKBP Ali Mahfudh saat dikonfirmasi ( 18/8/2022) terkait laporan ini mengatakan bahwa RH sudah mencabut laporannya.

” Untuk laporan kawin halangan sudah dicabut laporan tersebut oleh istri sahnya, itu LP lama. Secara kode etik yang bersangkutan sudah dihukum dan ditahan selama 21 hari dan diberi sanksi tidak boleh sekolah dan penundaan pangkat selama 2 periode,” ucap Kapolres Serdang Bedagai.

Pernyataan Kapolres ini dibantah keras oleh RH, saat diwawancarai awak media pada (18/8/2022) malam.

 ” Hingga saat ini saya tidak pernah mencabut laporan saya baik di Polres Sergai maupun di Propam Polda Sumatera Utara. Saya membantah keras hal ini,” ucap RH.

Selanjutnya RH pun bercerita ketika kali pertama ia melihat 2   Vidio mesra suaminya dengan seorang wanita berinisial EE lewat handphone suaminya tersebut.

” Awalnya saya ketahui dari adanya pemesanan barang online yang dialamatkan kepada alamat rumah EE disini saya mulai curiga. Lalu perselingkuhan SS saya ketahui dari sebuah Vidio yang saya dapatkan dari handphone suami saya pada saat ia lagi tidur. Dalam Vidio tersebut tampak suami saya sedang bercumbu dengan EE dan direkam serta diupload ke media sosial Tiktok dan Facebook. Saya ini kan merupakan ibu Bhayangkari dan masih terdaftar nama saya di kantor Bhayangkari sebagai istri sah dari Brigadir SS. Dan kami belum ada perceraian tapi suami saya diduga sudah memiliki anak dari perempuan lain, ” ucap RH.

Lebih lanjut kata RH lagi, kasus inipun sempat dimediasikan dan ditandatangani diatas surat bermaterai oleh Brigadir SS dan disaksikan oleh Kasi Propam Polres Sergai pada saat itu, Iptu Ahmad Mulia Purba SH.

Dalam surat pernyataan itu, Brigadir SS berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lantaran tidak masuk dinas, Brigadir SS juga berjanji tidak akan bertemu atau menjalin hubungan asrama lagi dengan EE maupun wanita lain serta Brigadir SS berjanji tidak akan lagi melanggar kode etik profesi Polri ( KEEP ) dan bila itu dilanggar , SS bersedia dijatuhi hukuman pemberhentian tidak hormat ( PDTH ) dan berjanji tidak akan menuntut pada Kepolisian RI, khususnya Polres Sergei.

” Kalau di Propam Polres Sergai kata mereka tidak cukup bukti karena tidak diketahui kejadian kapan dan dimana. Lho kan ada bukti dua Vidio kan jelas itu. Kalau ditanya kapan dan dimana kejadiannya, itu kan tugas penyidik, bukan tugas saya. Yang penting Vidio dugaan perselingkuhan antara SS dan EE ada 2 Vidio. Ya itu kan bukti kuat. Kok mereka bilang tak ada bukti,” pungkas RH.

RH pun berharap agar Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak melalui Kapolres Sergei, AKBP Ali Mahfudh segera memproses laporanya di Polres Sergai yang sudah dari tahun 2021 tidak berproses dan berkepastian Hukum, karena apa yang dilakukan oleh Brigadir SS sudah menurunkan kehormatan dan martabat seorang anggota Polri sesuai dengan pasal 3 huruf g Yo pasal 5 huruf a dan huruf j PP RI nomor 2 tahun 2003.( Bharata 1 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *