• Sel. Jul 23rd, 2024
SHARE

Bharata Yudha.Com- Satuant Reserse Kriminal Polrestabes Medan menyerahkan Selegram Dinda Yuliana tersangka arisan online ke Kejari Labuhan Deli, Senin (19/9/2022).

Pantauan di Mapolrestabes Medan, tersangka Dinda mendapat pengawalan dari personel Sat Reskrim Polrestabes Medan saat diserahkan ke JPU Kejari Labuhan Deli.

Salah seorang korban bernama Cici yang ikut melihat proses penyerahan tersangka arisan itu mengaku dirinya sudah lama menunggu untuk melihat Dinda ditangkap.

“Korbannya banyak bang, karena selama ini dia berlagak di sosial media kayak nyindir-nyindir bilang tidak akan bisa diproses karena kebal hukum dan merasa benar,” akunya.

 

Sementara Romy Tampubolon SH, selaku kuasa hukum Cici mengatakan rasa terimakasihnya karena sudah satu tahun kasus ini bergulir akhirnya pelaku ditahan di Polrestabes Medan dan kini telah dilimpahkan berkas perkaranya ( tahap 2 ) ke Kejaksaan.

 

” Saya ucapkan terima kasih pada Kapolrestabes Medan dan Kasat Reskrim Polrestabes Medan yang mana setelah 1 tahun kasus ini kini pelaku sudah ditahan dan juga sudah dilimpahkan perkaranya ke Kejaksaan untuk disidangkan ,” ucap Romy Tampubolon SH pada awak media (19/9/2022) .

Sebelumnya, Dinda Yuliana dilaporkan oleh korbannya bernama Cici Situmorang ke Polsek Percut Seituan, pada Agustus 2021 silam.

Korban mengalami kerugian sebanyak Rp56 juta. Lalu kasus dugaan penipuan dengan modus arisan duos itu pun diambil alih penanganannya oleh Polrestabes Medan.

Hal itu dikarenakan Dinda Yuliana sempat mengaku jadi korban pemerasan yang dilakukan mantan Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Bambang Nurmiono.

Menurutnya, keterangan Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan menyatakan sebagai saksi tetapi berbanding terbalik dari surat panggilan yang dilayangkan sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka.

 

Terpisah, Joko Pranata Situmeang selaku kuasa hukum Dinda Yuliana, mengungkapkan menghargai penegakan hukum terhadap perkara Dinda (P21) di kejaksaan.

“Kita akan hadapi di persidangan nantinya. Mudah-mudahan klien kami kuat untuk menghadapi semua ini. Namun atas penangkapan ini dalam waktu dekat akan melapor ke Propam Polda Sumut,” ungkapnya.

Menurutnya, jika hanya untuk tahap P22 atau penyerahan berkas dan tersangka ke kejaksaan kita cukup kooperatif. Sebab sejak awal klien kita sudah tersangka di Polsek Percut dan tidak di tahan

“Kenapa tiba-tiba melakukan penangkapan terhadap Dinda dan ditahan. Kemarin kita sudah dibuatkan penolakan penahanan,” pungkasnya. ( Bharata 1 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *