• Ming. Jul 14th, 2024
SHARE

Bharata Yudha.Com– Sungguh malang nasib seorang pria remaja berinisial M I ( 25 ) warga jalan Brigjend Katamso, Gang Setia, Kecamatan Medan Maimun, yang diduga mengidap gangguan jiwa semenjak duduk di bangku SMA inj harus berurusan dengan Polisi Sektor Medan Kota lantaran dituding telah melakukan tindak pidana pencurian ayam di Gang Yatim, Kecamatan Medan Maimun pada tanggal 23 Maret 2023, sekira pukul 3:30 WIB

Menurut keterangan Esti Winarni Nasution ( 46 ),  ibu pelaku pada awak media (28/3) di rumahnya kejadian tersebut bermula pada saat anaknya ( M I ) melintas di Gang Yatim dengan membawa goni plastik.

” Anak aku itu kan lagi bawa goni, terus dituduh lah dia mencuri ayam, terus dipukuli warga hingga babak belur, kepalanya pecah dipukul besi dan di bawah matanya luka, saat diperiksa dalam goni itu tidak ditemukan barang bukti berupa ayam seperti yang dituduhkan,” ucap Esti Winarni.

Katanya lagi, kok kayak gitu proses hukum, ya kalau memang anak aku itu salah bawa lah ke kantor Polisi, kenapa dipukuli kayak gitu. Lagian anaknya itu mengidap gangguan jiwa.

” Waktu bapaknya belum meninggal, si MI ini pernah dirawat di rumah sakit jiwa di Simalingkar dan RS jiwa swasta di Kawasan Jalan Sunggal. Makanya ini kami mau ambil surat dari rumah sakit yang menyatakan bahwa MI ini ada gangguan jiwa. Saya selaku orang tua akan melaporkan kembali orang yang telah menganiaya anak aku, kok main hakim sendiri,” ancam ibu pelaku.

Usai kejadian tersebut, masyarakat pun membawa IM ke Polsek Medan Kota dan sudah ditetapkan sebagai tersangka serta ditahan berdasarkan surat Perintah Penangkapan nomor / 96/III/2023/ Reskrim pertanggal 23 Maret 2023 dan Surat Perintah Penahanan nomor/ 56/ III /2023/ Reskrim Polsek Medan Kota.

Kapolsek Kota, Kompol Selvitriani melalui Kanit Reskrimnya Iptu Widi Lumban Raja melalui sambungan telepon (28/3) sore membenarkan bahwa pelaku sudah ditahan Polsek Medan Kota .

” Pelaku sudah beberapa kali melaksanakan pencurian ayam, pada saat itu menurut warga dia sudah manjat pagar rumah korban. Kejadian sebelumnya juga sudah diakui oleh pelaku bahwa ia yang melakukanya dan ada yang melihat,” ucap Kanit Reskrim Polsek Medan Kota.

Saat ditanyakan kebenaran bahwa pelaku mengidap gangguan jiwa, Widi pun mengatakan agar pihak keluarga bisa menunjukkan bukti dan keterangan medis .

” Kemarin pihak keluarga pelaku sudah hadir dan tidak ada mengatakan bahwa tersangka ada gangguan jiwa. Kalau ada yang menyatakan demikian biar kita bawa ke rumah sakit. Aku pun baru tau dari kawan-kawan media kalau pelaku itu gila, kemaren keluarganya tidak ada menyampaikan, kasih sama kami suratnya biar kami proses. Jangan lah Polisi terus disudutkan, kami netral untuk penegakkan hukum, ada keluarga korban ada keluarga tersangka, jangan sampai keluarga korban pun protes ma kami, makanya kalau ada surat yang membuktikan pelaku ODGJ sampai kan ke penyidik agar kami observasi, jangan cakap-cakap di media,” pungkas Iptu Widi. ( Bharata 1 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *