• Ming. Jul 14th, 2024

Tindakan Premanisme Terhadap Jurnalis, IJTI Sumut Kecam dan Desak Pelaku Diproses Hukum

SHARE

Bharata Yudha.Com- Aksi premanisme seperti kekerasan dan pengancaman bahkan hingga pengrusakan alat kerja jurnalis, dengan tujuan untuk menghalangi kerja jurnalis, tentu bertentangan dengan undang-undang pers.

Hal itu terjadi pada sejumlah wartawan saat hendak meliput rangkaian pra-rekonstruksi kasus penganiayaan yang dilakukan anggota DPRD Medan di Higs 5 Bar & Lounge, Jalan Abdullah Lubis, Kota Medan, pada hari Senin (27/2/2023).

Seorang preman yang mengaku bernama Rakes, memberikan perlakuan kasar terhadap BS, jurnalis tvOne. Bahkan ia juga merampas dan melempar Handphone milik BS.

Tak hanya itu, preman yang menganggarkan nama Ormas tersebut juga melakukan penganiayaan dengan menendang wartawan berinisial ST, serta mengancam jurnalis Tribun Medan AL.

Atas tindakan ancaman, penganiayaan hingga pengrusakan alat kerja jurnalis tersebut, IJTI Sumut dengan tegas mengecam dan mendesak agar pelaku segera diproses hukum.

IJTI Sumut juga melakukan pendampingan rekan-rekan jurnalis yang menjadi korban tindakan kekerasan dalam membuat laporan ke pihak kepolisian, Polrestabes Medan.

“Intinya kita mengecam semua tindakan kekerasan terhadap jurnalis. Kita mendesak pelaku diproses tanpa ada embel-embel keistimewaan pengaruh Ormas,” tegas Tuti Alawiyah Lubis, Ketua IJTI Sumut.

IJTI Sumut berpegang teguh pada Pasal 18 ayat (1) UU Pers Nomor 40 tahun 1999 yang berisi, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara maksimal 2 tahun, dan denda paling banyak Rp 500 juta.. ( IJTI / Bharata 1 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *