• Sel. Jul 23rd, 2024

Begini Kronologis Kasus Pengrusakan Pintu KTV Zoom Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Danlanud Soewondo

SHARE

Bharata Yudha.Com– Masih ingat kasus pengrusakan kunci dan pintu KTV Zoom yang terletak di kompleks CBD Polonia, Medan yang terjadi pada tanggal 16/4/2023 sekira pukul 23.15 WIB

Dari kejadian tersebut pihak management KTV Zoom bersama Scurity berhasil mengamankan 4 dari 6 orang terduga pelakunya berinisial WW, ZD, KL dan GD bersama barang bukti berupa gergaji besi, kunci pas, obeng dan rantai besi serta sepasang sarung tangan.

Usai mengamankan para terduga pelaku, pihak management Zoom pun langsung menghubungi Kanit Binmas Polsek Medan Baru dan kepala lingkungan setempat untuk menghindari amuk massa dan membawa pelakunya ke Polsek Medan Baru.

Selanjutnya pihak management pun langsung membuat laporan di Polsek Medan Baru dengan nomor laporan LP/381/IV/2023/SU//Polrestabes Medan/ Sek Medan Baru.

Namun setelah itu lantaran adanya dugaan intervensi 2  oknum Polisi yang bertugas di Polsek Medan Baru, kasus tersebut pun berakhir damai, 4 terduga pelaku pun bebas namun setelah bebas para pelaku malah melaporkan balik pihak management Zoom ke Polsek Medan Baru. Tak terima dengan hal itu, pihak management pun membatalkan perdamaian tersebut dan meminta agar Polsek Medan Baru melanjutkan kasus tersebut ke proses hukum. Tak hanya itu, pihak manajemen pun yang merasa dirugikan langsung membuat laporan pengaduan ke Propam Polri dengan nomor laporan SPSP2/002253/IV/ 2023/ BAGYANDUAN pertanggal 21 April 2023.

” Jadi saat itu kan saya mengadakan buka bersama dengan seluruh karyawan saya sekaligus rapat untuk persiapan untuk beroperasi kembali setelah selama 1 bulan selama Ramadhan tak beroperasi. Saat itu pukul 23 : 00 terdengar suara seperti ada orang menggergaji pintu dan suara kursi jatuh dari arah depan, kemudian manager saya dan Scurity memergoki ada 6 orang dengan posisi 3 dipintu dan 3 di sepeda motor. Melihat hal itu Scurity langsung mengamankan 4 pelaku sementara 2 lainya berhasil kabur berinisial YG dan RO. Saat itu masyarakat sudah ramai mengumpul di lokasi dan berusaha menghajar pelaku hingga babak belur. Tak mau ada hal yang diinginkan, kami langsung menghubungi Kanit Binmas Polsek Medan Baru, dan selanjutnya para terduga pelaku dibawa ke Polsek Medan Baru,” ucap Owner KTV Zoom berinisial TF.

Katanya lagi, setelah membuat laporan pengaduan, TF langsung dijumpai oleh oknum penyidik di Polsek Medan Baru berinisial IS yang meminta agar kedua belah pihak berdamai.

” Karena pikiran saya lagi kacau, ya saya iyakan saja ajakan untuk berdamai itu, padahal sebenarnya saya nggak mau dan saya merasa diintervensi oleh oknum tersebut lantaran salah satu dari 4 pelaku tersebut merupakan keluarga oknum polisi itu. Nah setelah berdamai, para pelaku keluar, eh malah kami dilaporkan para terduga pelaku ke Polrestabes Medan. Saya nggak terima, saya batalkan perdamaian dan saya buat laporan pengaduan ke Propam Polri dengan nomor laporan SPSP2/002253/IV/ 2023/ BAGYANDUAN pertanggal 21 April 2023, sebagai terlapornya oknum Polisi berpangkat Aiptu berinisial IS dan seorang lagi berpangkat Aiptu berinisial ATS,” sebut TF.

Setelah beberapa lama para pelaku keluar, ternyata salah seorang dari pelaku yang berhasil kabur berinisial YG kembali berulah dengan memalusukan dokumen dan tanda tangan Danlanud Soewondo, Kolonel Pnb Reka Budiarsa.

Dalam Surat tersebut isinya seolah-olah Danlanud Soewondo memerintahkan Kasi Gaktib POM AU Lanud Soewondo, Kapten POM Deddy Putra Siahaan untuk merazia KTV Zoom.

Tak hanya itu seorang pelaku berinisial YG dengan berpura-pura sebagai Kapten POM Deddy Putra Siahaan mengechat seorang pengusaha berinisial YY untuk meminta sejumlah uang.

Pihak Polisi Militer Lanud Soewondo pun bergerak cepat dan berhasil mengamankan 2 orang berinisial MM dan WW pada Selasa, tanggal 25/4/2023.

Dari keterangan MM saat diwawancarai ia mengaku tak tahu menahu tentang pemalsuan surat dan tanda tangan Danlanud Soewondo.

“Jadi surat itu yang buat kawan kami bang, namanya si Yoga, warga Jalan Mandau , Kecamatan Medan Timur, dia dapat tanda tangan dan contoh surat dari Geogle. Dia juga yang ngecat ibu YY ( pengusaha ) seolah-olah dia mengaku sebagai Kapten POM Dedi Siahaan untuk meminta sejumlah uang. Kami nggak tau apa-apa bang, dia semua yang buat,” ucap MM pada awak media ( 26/4) sekira pukul 11:00 WIB.

Atas kejadian ini Kedua terduga pelaku pun diserahkan ke Satreskrim Polrestabes Medan dan pihak Polisi Militer Lanud Soewondo pun telah membuat laporan pengaduan dengan nomor laporan STTLP/B/1321/IV/2023/SPKT Restabes Medan/ Polda Sumatera Utara pertanggal 26 April 2023. ( Bharata 1 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *