• Ming. Jul 14th, 2024

Sumba Barat Daya Memiliki Angka Stunting Tertinggi di Indonesia Wahana Visi Indonesia Bersiap Menggelar Acara Lari Global 6K di Jakarta dan Sumba

SHARE

Bharata Yudha.Com-Wahana Visi Indonesia (WVI) mengadakan konferensi pers menyambut akan digelarnya kegiatan Fun Run sejauh 6 KM di Jakarta pada 21 Mei 2023, dan ultra marathon sejauh 300 KM yang akan diikuti 6 pelari khusus pada 19-21 Mei 2023 di Sumba Barat Daya. Kedua kegiatan ini adalah acara puncak kampanye Global 6K–Water For Sumba yang diadakan WVI sejak 15 Maret hingga 31 Mei 2023 nanti.

Asteria Aritonang, Resource Development & Communications Director WVI, menyampaikan bahwa kampanye ini adalah kampanye World Vision secara global di seluruh dunia untuk menyediakan fasilitas air bersih di seluruh dunia. Wahana Visi Indonesia, sebagai mitra utama dari World Vision mengikuti kampanye ini dan memilih Sumba Barat Daya yang mengalami kesulitan akses air sehingga menyebabkan angka stunting tertinggi di Indonesia, yakni sebesar 44,9%.
“Sumba Barat Daya dipilih, secara khusus di 5 desa, karena menurut observasi tim lapangan WVI di sana, desa tersebut tidak memiliki sumber air di permukaan tanah dan tidak ada sungai, mata air juga tidak ada. Masyarakat sangat bergantung pada Penampung Air Hujan (PAH). Keluarga yang tidak punya PAH harus membeli air seharga Rp 400-Rp 1000 per jeriken untuk keperluan sehari-hari, khususnya makan minum. Jika ditotal, keluarga yang tidak memiliki PAH harus mengeluarkan Rp 480.000 hingga Rp 1.200.000 per bulan dengan kualitas air yang tidak layak konsumsi”, demikian dijelaskan oleh Franky Banfatin, Head of Social Impact & Sustainability WVI.
Kondisi PAH yang tidak tertutup menyebabkan bak menjadi tidak steril dan terkontaminasi dengan berbagai kotoran, lumut, dan bakteri. Hal ini menyebabkan timbulnya banyak penyakit, khususnya pada anak-anak, seperti diare, muntaber, hingga stunting. Tidak heran provinsi NTT menempati urutan pertama angka stunting tertinggi di Indonesia.
Dalam konferensi yang digelar, hadir pula dua duta kampanye yaitu Rino Soedarjo dan Tara Dermawan yang telah mengunjungi Sumba Barat Daya dan menyaksikan langsung kehidupan disana. Baik Rino dan Tara tergerak untuk menjadi saluran berkat bagi anak-anak dan masyarakat di Sumba Barat Daya agar dapat memiliki akses air bersih. Keduanya berharap angka stunting di provinsi NTT akan berkurang melalui kampanye ini. Selain Rino dan Tara, public figure lainnya yang mendukung kampanye ini adalah Dion Wiyoko, Jonathan Christie, Han Chandra, Gaby Christy, dan Monita Tahalea.
Ultra marathon akan diikuti secara relay oleh 6 pelari khusus, masing-masing 50 KM. Keenam pelari ini memiliki latar belakang yang beragam, yaitu dosen, model, pendaki gunung, pengusaha, dan aktris. Mereka merasa beruntung dapat terpilih berlari untuk anak-anak di Sumba Barat Daya. Saat ini mereka mempersiapkan diri secara matang dengan cara tetap berlatih serta mengelola pola makan dan asupan nutrisi.
Pendaftaran peserta Global 6K Fun Run WVI sendiri telah ditutup karena target peserta sebanyak 1500 orang telah tercapai. Wahana Visi Indonesia mengapresiasi setiap orang dan setiap hati yang mau bergerak bersama-sama untuk penyediaan air bersih bagi anak-anak di Sumba Barat Daya.
Global 6K Fun Run WVI akan digelar di area CFD di depan FX Sudirman, Jakarta. Meski begitu, masyarakat masih dapat berdonasi melalui www.wahanavisi.org/waterforsumba.
Seluruh hasil donasi akan dipakai untuk membangun 30 Penampung Air Hujan dan 5 sumur bor yang dapat diakses seluruh warga di 5 desa di Sumba Barat Daya, yaitu desa Mangganipi, Kenduwela, Hombarica, Koki, Ate Dalo yang kelimanya merupakan desa dampingan WVI. ( Bharata 1/ Ded )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *