• Sel. Jul 23rd, 2024

POP Berhasil Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak di 5 Kabupaten

SHARE

Bharata Yudha.Com– Program Organisasi Penggerak (POP) yang didampingi oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) telah mencatat kesuksesan gemilang dalam meningkatkan kemampuan membaca anak di lima kabupaten. Sejak diluncurkan pada tahun 2021, program ini telah membuktikan dampak positifnya dengan mengalami peningkatan kemampuan membaca siswa sebesar 16,1% di lima wilayah yang tersebar di Indonesia.

Dalam tiga tahun pelaksanaannya, POP yang dijalankan oleh WVI berhasil memberikan perubahan yang signifikan dalam kemampuan membaca dan pemahaman isi bacaan bagi siswa di Biak (Papua), Jayapura (Papua), Jayawijaya (Papua Pegunungan), Landak (Kalimantan Barat), dan Manggarai Timur (NTT). Total penerima manfaat program mencapai 40.828 orang, dengan mayoritas adalah anak-anak sebanyak 38.171, serta melibatkan 2320 guru, 276 kepala sekolah, dan 61 pengawas dan staf dinas pendidikan.

POP merupakan program kerjasama antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan komunitas atau organisasi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Dalam hal ini, WVI berperan sebagai mitra implementor yang berhasil mengaplikasikan model pembelajaran Wahana Literasi, fokus pada peningkatan 5 kemampuan dasar membaca.

Ebenezer Sembiring, Pelaksana Tugas Direktur Operasional WVI, menyatakan kegembiraannya atas hasil positif yang dicapai oleh POP. Ia menyampaikan terima kasih kepada Kemendikbudristek yang telah memberikan kepercayaan kepada WVI sebagai salah satu mitra dalam program tersebut. Tidak lupa, dia juga mengapresiasi kerja keras seluruh tenaga pendidik yang terlibat dalam membantu meningkatkan literasi anak-anak di lima kabupaten tersebut.

Dari hasil monitoring yang dilakukan, beberapa capaian positif telah terlihat selama pelaksanaan program. Terdapat peningkatan kemampuan membaca siswa sebesar 16,1%, yang menunjukkan efektivitas dari pendekatan yang diterapkan oleh WVI. Selain itu, kemampuan membaca dan memahami isi bacaan siswa juga meningkat sebesar 15,9%, yang menunjukkan bahwa siswa tidak hanya mampu membaca tetapi juga mengerti apa yang dibaca. Kelancaran membaca siswa juga meningkat tajam, dengan mencapai 43 kata per menit dibandingkan dengan rata-rata sebelumnya hanya 28 kata per menit.

Koordinator Pokja Kemitraan & Pemberdayaan Komunitas, Direktorat Guru Pendidikan Dasar, Eddy Tejo, juga memberikan apresiasi tinggi atas peran WVI dalam menyediakan berbagai modul dan buku cerita lokal. Hal ini membantu anak-anak dalam memahami materi bacaan dengan lebih mudah. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa pelaksanaan POP oleh WVI telah membawa dampak positif lainnya, seperti peningkatan kompetensi dan pengetahuan guru, peningkatan kemampuan manajerial kepala sekolah dalam mengelola sekolah, dan kemampuan guru dalam mengidentifikasi masalah siswa dalam membaca.

Manager POP WVI, Hotmianida Panjaitan, menjelaskan bahwa program ini fokus pada melibatkan guru dan tenaga kependidikan sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kemampuan membaca anak-anak. Namun, pendekatan yang dilakukan tetap menyeluruh dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama, terutama dalam peningkatan komunitas.

WVI berhasil mencapai keberhasilan ini melalui berbagai kegiatan pelatihan bagi kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah. Pelatihan tersebut meliputi Training of Trainer (ToT) Wahana Literasi, Dukungan Psikososial, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), pengembangan bahan ajar kontekstual dan bahan bacaan relevan, pelatihan manajemen sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah, pelatihan penguatan pendidikan karakter dengan integrasi dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, serta pelatihan monitoring yang efektif bagi pengawas sekolah.

Dengan berhasilnya Program Organisasi Penggerak (POP) dalam meningkatkan kemampuan membaca anak-anak di lima kabupaten, harapan terhadap peningkatan literasi generasi muda Indonesia semakin menguat. Sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan lembaga pendidikan terbukti mampu menciptakan generasi yang lebih berpengetahuan dan cakap dalam membaca serta memahami bacaan. Keberhasilan ini menjadi dorongan bagi upaya lebih lanjut dalam meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh penjuru tanah air. ( Ded )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *