• Sen. Jul 15th, 2024

Saat Makan di Warung, Karyawan Showroom Mobil Ditangkap Ditreskrimum Polda Sumut Dituding Main Judi Online

SHARE

Bharata Yudha.Com– Nasib apes menimpa seorang karyawan salah satu Shorom mobil di Jalan Putri Hijau, Medan ini, saat sedang makan di warung nasi TP ( 34 ) warga Percut Seituan ditangkap petugas kepolisian dari Ditreskrimum Polda Sumatera Utara. ( 29/6/ 2024) Siang.

Kepada awak media TP yang memjabat sebagai  Service Advisor ( SA ) di salah satu Shorom mobil di Jalan Putri Hijau menjelaskan bahwa ia saat diamankan sedang berada di salah satu warung makan Jalan Tembakau Deli.

” Jadi kejadiannya saya istirahat dari jam 13:00 WIB karena teman 1 sift saya jam 14 istirahat, kami keluar makan bersama teman saya , diantaranya TR dan FR, saat itu saya makan di warung Kak Wati, saat itu tiba-tiba datang Polisi langsung ngomong kayak gitu ” Benar ini dengan saudara TP , benar Bang , aku Jawab, abang ada main judi online, ada main Bang, tapi ini kan lagi nggak main, kami kan lagi makan, trus dibilang polisi itu, kamu ada terdeteksi main judi online dari ITE kami, trus mereka ( Polisi ) ngecek HP saya, saya nggak ada  main tapi historynya ada memang, itu pun mainya kemarin-kemarin tanggal 29 malam,” ucap TP menjelaskan.

Lebih jauh kata TP lagi, itulah saya langsung dibawa ke Polda. Namun TP merasa heran, kan pidana perjudian yang dia lakukan saat diamankan tidak sedang dilakukan, artinya kan pidana itu blom terjadi.

” Aku pikir saat itu mau dibawa ke kantor tempat aku kerja, eh taunya dibawa ke Polda,” ucap TP

Penangkapan TP pun dibuktikan dengan diterbitkannya Surat Penahanan TP bernomor SP Han/124/VI/2024/ Ditreskrimum yang ditanda tangani oleh Direktur Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Sumaryono pada tanggal 29 Juni 2024.

Menanggapi hal itu, pengamat hukum dari Universitas Panca Budi Medan, Dr Redyanto Sidi SH.,MH mengatakan bahwa dalam kasus ini artinya bila terduga pelaku tidak sedang bermain judi artinya tidak tertangkap tangan.

” Kalau terduga pelaku saat diamankan tidak sedang bermain judi online artinya pelaku tidak tertangkap tangan. Jika.tidak tertangkap tangan, artinya unsur ia ( pelaku ) melakukan pidana itu dimana ? . Itu kan harus jelas, memang patut diduga yang bersangkutan memang orang yang gemar beriamin judi online, dan saat itu tidak sedang dilakukan dan itu 2 hal yang berbeda. Kalau dia tidak sedang melakukan walaupun dia adalah orang gemar main judi online, saya kira unsur pidananya belum terpenuhi, kalau ditentukan unsurnya tentu harus dihadirkan dulu ahli dalam hal kasus tersebut, apakah memenuhi unsur dan harus dibuktikan,” ucap Redyanto Sidi.

Lebih lanjut kata Redyanto Sidi lagi, pihak kepolisian harus berhati-hati dalam melakukan penegakan hukum terhadap judi online yang sudah diategsinkan Presiden RI dan Kapolda Sumut, takutnya masyarakat tidak dapat memahami hal yang selaras dengan program yang sedang digalakkan Pemerintah dalam memberantas judi online. Yang terpenting sebenarnya adalah pemberantasan pada pemilik situs judi online, kan pemerintah punya kewenangan untuk memblokir ataupun menutup situs judi online tersebut. Kalau ditutup kan masyarakat tidak bisa lagi main judi online itu yang paling penting. Bagi masyarakat lebih baik dilakukan sosialisasi bagaimana dampak hukum terhadap orang yang bermain judi online. Jika masyarakat di HPnya ada aplikasi situs judi online, namun pada saat diamankan tidak sedang Log In ke dalam.situs judi, apakah ini termasuk ke dalam pelaku judi, saya kira ini kan sama dengan orang yang mengkonsumsi narkoba, kalau dia ditangkap tidak sedang konsumsi , ini kan harus dibuktikan dengan tes urine misalnya. Polisi harus memiliki dan bisa membuktikan 2 unsur, termasuk meminta keterangan ahli, jika polisi menetapkan tersangka pada pelaku, sepanjang memenuhi 2 alat bukti yang cukup saya kira sah-sah saja , dan harus bisa menjelaskan bukti tersebut. Sebaliknya kepada pihak keluarga juga memiliki hak untuk Prapid, dan pihak kepolisian harus menguatkan argumentasi hukum tentang 2 bukti yang cukup dalam menetapkan tersangka,” pungkas Redyanto Sidi
( Bharata 1 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *